Pilar pertama dari ajaran Allah ialah Iman.
Apa arti Iman ? Iman itu ialah tambatan hati dengan satu ajaran, yang diucapkan sesuai kemantapan dan diamalkan dengan satu teladan. Iman bukan diukur dengan ucapan, karena ucapan tidak selamanya sesuai dengan hati, tetapi lebih tepatnya Iman itu ialah tanggapan hati yang diujudkan kedalam tindakan yang diterjemahkan dengan : Berpandangan dan bersikap. Ada dua model Iman, yaitu Iman yang haq dan Iman yang Bathil, yu'minuuna billah dan yu'minuuna bil bathil atau yu'minuuna bil jibti waththaguuti. Iman juga diuraikan oleh Allah dengan kalimat, maunya Orang beriman itu mengikuti maunya Allah, tidak ada maunya sendiri atau bisa dikatakan “Orang yang sangat cinta untuk hidup dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul-Nya”. Kenapa sekarang Iman hanya diartikan : Percaya ? Itu karena ulah Mua'wiyyah yang membuat fatwa : Al-Imaanu aqdun bil qalbi faqad Iman itu hanya percaya saja. Dasar Muawiyah yang gila kekuasaan sehingga berani dia merubah kalimat Allah dan Hadis Nabi. Bagaimana mau hidup yang enak ya klo Iman masih = percaya. Jika umat islam ingin jaya seperti umat di zaman rasul dahulu kata Al quran “Maa kunta tadrii malkitab walal Iman”, kuasai Al-Qur'an dan praktekkan dalam kenyataan hidup Insyaa Allah Indonesia akan jaya dimata dunia, dg sitim ekonomi zakat, bukan sistim ekonomi riba seperti sekarang ini !!
Pilar kedua ialah : Maa huwal Islam ?
Banyak para ulama masih mengganggap bahwa Iman dan Islam itu satu, walaupun memang ke duanya tidak bisa dipisahkan. Iman itu adalah dasar hidup, sedangkan Islam itu adalah tekhnik atau penataan hidup. Jika bangunan maka Iman itu adalah Pondasi, dan Islam itu adalah bangunannya. Pembinaan Islam itu ada lima , yaitu Islam satu penataan pribadi, Islam satu penataan Rumah tangga, Islam sebagai penataan masyarakat terbatas dengan Shalat Jum'at sebagai pembinaan mingguan, Islam satu penataan negara dengan shalat Idul Fithri sebagai pembinaan tahunanya, dan Islam sebagai penataan Muslim sedunia dengan Shalat Idul Adha.
Pilar dari ajaran Allah yang ketiga ialah : Maa huwal Ihsan ?
Jikalau ditanya apa tujuan hidup ummat Islam, pasti jawabnya “ Mau menyembah kepada Allah”. Apa iya tujuan kita hidup adalah menyembah Allah ? Padahal : Ihsan itu ialah anda berbuat seakan-akan Ajaran Allah Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul itu sudah menjadi kepribadian anda, atau jika tidak bisa maka seakan-akan seluruh Perintah dan larangan Allah selalu menyoroti/cctv kehidupan anda". Oleh karena itu, setiap saat, tujuan hidup ini harus melekat dalam memori manusia yang mau beriman, sehingga Iman sebagai dasar hidup, dan Islam sebagai penataannya maka bisa mencapai Ihsan sebagai tujuan hidupnya, yaitu menjadikan Al-Qur'an menurut Sunnah Rasul-Nya sebagai akhlak kepribadiannya. Itulah uswah yang ditinggalkan Rasulullah, yang telah menjadi teladan bagi manusia yang mau beriman.
Pilar keempat dari ajaran Allah ialah : Sa'ah satu management !
Jibril bertanya kepada Nabi kapan datangnya Sa'ah ? Jawab Nabi, yang bertanya lebih tahu dari yang ditanya. Untuk sekedar tanda-tandanya ialah : apabila budak telah melahirkan majikannya (demokrasi). Jika kita bandingkan dengan Islam yg kita lihat sekarang ini, dimana Islam adalah dasar organisasi, tujuan menegakkan Islam, managementnya diambil dari Barat, itulah sebabnya kenapa umat Islam sekarang ini selalu menjadi obyek permainan politik para Penguasa di dunia. Sudah saatnya Umat islam bangkit dengan ajaran Allah, dimana Iman sebagai dasar, melalui Islam sebagai organisasinya dan Ihsan sebagai tujuan, serta Sa'ah sebagai managementnya, maka Kelak Ummat Islam akan menemui kepribadian Muhammad Rasulullah, bukan kepribadian seperti sekolah yang runtuh karena ditelan zaman dan rapuh dimakan usia..!!
>>Guruku, DU<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar