Sabtu, 25 Februari 2012

Untuk Sebuah Nama: Perjalanan Hari Ini, by Ika Suryani

Menuturkan seuntai do'a menemani perjalanan
Hingga air ditenggorokkan padam dan mengering
Sampai tiba waktu tuk sejenak terlelap
Perlahan dan luluh dipangkuan

Ingin:peluk segla peluh tubuh itu
andai waktu berpihak sampai datang hari
Tak usah ucap!
Karena alam telah bicara
Segala teka sebab dalam isinya

Saatnya Mega emas melambai dalam kamar bahtera dibalik cakrawala
Menyusup dibalik celah-celah jendela lusuh
Lidahku desahkan sebuah nama tanpa alasan
Hingga air laut menjilat kedaratan
Hingga dahan-dahan kelapa menggantung matahari
Dan akhir cerita ini...
Saat aku kembali BERSUJUD sebelum kuterlelap selamanya...

CERPEN : Semua Tentang Kita (Part 1)

Cerita ini Gue tulis sendiri, dan pernah Gue kirim untuk mengikuti Lomba cerpen Rohto, Gue lupa apa nama Lombanya.. #hehe Tapi, Gue waktu itu belum beruntung..
Wish you'll enjoy this! :D



Ramaikan bulan di malam hari. Anganku menyapa hingga ke negeri seberang. Entah kemana kau pergi, aku tak tahu. Kucoba bicara pada sang bulan, Lihatkah kau aku disini! Hanya berteman sepi.  Awan kelam bertaburan dilangit luas. Menghias rangkaian bintang menari bersama sang bulan. Angin bertiup lembab, menyapa rambut yang mulai kusam. Jangkrik lantunkan suara akrab malamnya. Dan gemercik dedaunan yang saling tabrak. Itulah saat terakhirku menanti dimalam itu.
Penantianku berlanjut. Pagi yang cerah bersama dendang melodi burung yang berkicau. Aku berjalan ke ruang depan. Kulihat jiwa yang kecewa menanti. Menyaksikan adalah kotoran cicak yang telah mengering terpaku. Kupandang! Cahaya mentari telah antri ‘tuk kubukakan jendela memasuki rumahku. Menembus dinding – dinding reyot peninggalan ayah semasa hidup dulu.  Andainya kau masih disini. Akan kau saksikan betapa pilunya kamar cerita ini tanpa dirimu.
Saatnya aku beraksi hari ini. Kembali mengawali aktivitas dengan seuntai senyum, walaupun pahit. Kan ku bawa kenanganmu bersama disini.
Kumulai dari menyapu alas yang setia menjadi saksiku dalam setiap langkahku. Tidak hanya itu! Begitu juga dengan rangkaian bambu kering yang masih setia melindungiku dari sapaan angin yang kurang ramah. Dari dasar, kesudut, kemudian ke seluruh banda – banda aneh dari rajutan harta alam, yang mulai digerogoti rayap. Kemudian rangkaian amben kecil. Dengan seprai kecil yang sudah lama tak kucuci. Debu tebal menghias rangkaian bunga layu yang telah menjanda ditinggal oleh kumbang. Hingga susut mataku menaut sebuah banda yang ku berikan untukmu diatasnya.
Hatiku mulai berdebar. Rasanya mataku mulai kabur, seperti ada benda yang mulai keluar menutupi kornea mataku. Oh…begitu lamanya kau pergi. Hingga cangkir kopi yang terakhir aku buat untukmu masih tertata disini. Rasanya sudah hampir seratus kali aku buatkan ini untukmu. Tapi kau tak jua meminumnya. Ataupun sempat mencium harumnya.

Tempat persinggahan bunga itu bertingkat dua. Kuraba ikatan – ikatan yang menyatukannya. Aku ingat betul kapan kau buat simpul – simpul ini. Saat hujan dan sang mentari berlomba menjilati bumi. Dan ketika hujan kalah, saat itulah pula kau berhenti membuatnya. Mulai ku buka untaian seprai yang menutupi sisi – sisinya. Dan apa yang kulihat? Sebuah album besar dengan kotoran rayap rakus yang telah menebal.
Terpaku ku sejenak dalam kesunyian hati dengan keramaian alam. Kuusap sampul depan album itu. Dan mulai ku tatap, potret lawas dirimu yang terkenang. Bersama senyuman indah dan semangat terpancar dari raut wajahmu. Juga ngiangan canda tawa manja sang buah hati. Kini bersemayam dalam relung hatiku.
Oh…betapa harunya masa – masa itu. Hingga aku merasakan dingin angin yang meniup pipiku begitu lirih. Lalu, asin! Apa ini? Apakah ini yang namanya air mata? Iya. Memang ini yang sering disapa orang dengan air mata! Sungguh telah benar – benar terlupakan ingatan dimana saat air mataku mengalir sederas arus laut! Itulah… saat paling menyesakkan jiwa dan ragaku. Membuatku seolah mati. Saat – saat dimana tragedi memilukan itu merenggut satu demi satu harta yang paling terindah dalam hidupku.Terkenang kisah dari lembar awal album dipangkuanku.
***