Di dalam hidup selalu ada
seseorang yang datang dan pergi. Namun tak cukup hanya untuk menggoreskan luka.
Tapi juga harusnya dapat menorehkan kenangan yang pantas tuk diceritakan kepada
generasi penerus nanti kelaknya. Meskipun bukan berasal dari keluarga ningrat
ataupun pejabat, harusnya tak menutup semangat kita untuk terus berusaha. Aku
yakin suatu saat nanti aku akan jadi seperti apa yang aku mimpi – mimpikan
selama ini. Dan akak kubuktikan, bahwa semua ini bukanlah khayalan yang membuat
aku dicaci maki oleh orang orang disekitarku. Ingat saja satu hal, jangan
pernah menunggu orang yang kau tahu dia tak akan pernah jadi milikmu. Lihatlah
kedepan, pusatkan pikiran, lalu buka matamu lebar – lebar, maka kau akan
temukan orang yang dapat menerimamu apa adanya.
Kamu tahu tidak? Aku selalu
takut kala hujan turun.
Kenapa?
Karena saat itu, orang yang
aku sayangi pergi meninggalkan aku. Saat hujan. Tepat didepan asrama. Aku masih
ingat, saat itu aku, dia, temannya, dan ada satu guru yang menemani kami
disana,. Tepat setelah Ujian Nasional berakhir.
Lalu? Apa yang membuat ia
pergi meninggalkanmu?
Melanjutkan sekolah. Katanya..
tapi entahlah, dia bilang akan selalu menungguku. Dia bilang hanya aku yang dia
sayang. Dia bilang hanya aku yang terindah, tapi kenyataanya, apa?
Memang apa?
Di hari Dia pergi pun tak
mengabari aku. Apa salahku. Toh aku juga tidak akan memaksa dia untuk membawa
sertaku ikut kesana. Aku hanya ingin dihargai. Aku hanya ingin dianggap ada.
Tapi dia tak pernah menganggapku ada.
Aku turut bersedih
mendengarnya. Lantas, apa yang akan kau lakukan padanya?
Mungkin aku akan mengakhiri
perasaan ini.
Apa? Jangan! Maksudku, kenapa
harus diakhiri bila jalan untuk bersama masih terbuka lebar. Cobalah tuk bicara
baik – baik padanya, aku yakin dia akan berubah.
Berubah? Tidak akan. Dia tak
akan pernah berubah.
Darimana kau tahu? Apa kau
sudah mencobanya?
Sudah.
Lalu?
Iya. Dia tetap saja begitu.
Egois! Tak mau mendengarkan kata – kataku. Tak pernah percaya padaku. Aku ingin
berteriak tentang apa yang kurasa padanya.
Sudah kau lakukan?
Belum.
Kenapa?
Karena percuma,
Percuma kenapa?
Semua orang akan mendengarnya,
kecuali Dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar