Selasa, 30 Oktober 2012

Kecuali DIA!


Di dalam hidup selalu ada seseorang yang datang dan pergi. Namun tak cukup hanya untuk menggoreskan luka. Tapi juga harusnya dapat menorehkan kenangan yang pantas tuk diceritakan kepada generasi penerus nanti kelaknya. Meskipun bukan berasal dari keluarga ningrat ataupun pejabat, harusnya tak menutup semangat kita untuk terus berusaha. Aku yakin suatu saat nanti aku akan jadi seperti apa yang aku mimpi – mimpikan selama ini. Dan akak kubuktikan, bahwa semua ini bukanlah khayalan yang membuat aku dicaci maki oleh orang orang disekitarku. Ingat saja satu hal, jangan pernah menunggu orang yang kau tahu dia tak akan pernah jadi milikmu. Lihatlah kedepan, pusatkan pikiran, lalu buka matamu lebar – lebar, maka kau akan temukan orang yang dapat menerimamu apa adanya.
Kamu tahu tidak? Aku selalu takut kala hujan turun.
Kenapa?
Karena saat itu, orang yang aku sayangi pergi meninggalkan aku. Saat hujan. Tepat didepan asrama. Aku masih ingat, saat itu aku, dia, temannya, dan ada satu guru yang menemani kami disana,. Tepat setelah Ujian Nasional berakhir.
Lalu? Apa yang membuat ia pergi meninggalkanmu?
Melanjutkan sekolah. Katanya.. tapi entahlah, dia bilang akan selalu menungguku. Dia bilang hanya aku yang dia sayang. Dia bilang hanya aku yang terindah, tapi kenyataanya, apa?
Memang apa?
Di hari Dia pergi pun tak mengabari aku. Apa salahku. Toh aku juga tidak akan memaksa dia untuk membawa sertaku ikut kesana. Aku hanya ingin dihargai. Aku hanya ingin dianggap ada. Tapi dia tak pernah menganggapku ada.
Aku turut bersedih mendengarnya. Lantas, apa yang akan kau lakukan padanya?
Mungkin aku akan mengakhiri perasaan ini.
Apa? Jangan! Maksudku, kenapa harus diakhiri bila jalan untuk bersama masih terbuka lebar. Cobalah tuk bicara baik – baik padanya, aku yakin dia akan berubah.
Berubah? Tidak akan. Dia tak akan pernah berubah.
Darimana kau tahu? Apa kau sudah mencobanya?
Sudah.
Lalu?
Iya. Dia tetap saja begitu. Egois! Tak mau mendengarkan kata – kataku. Tak pernah percaya padaku. Aku ingin berteriak tentang apa yang kurasa padanya.
Sudah kau lakukan?
Belum.
Kenapa?
Karena percuma,
Percuma kenapa?
Semua orang akan mendengarnya, kecuali Dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar