Sebagai salah satu potensi,
mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak
mau pasti terlibat dalam tiap kegiatan maupun organisasi sosial, harus mampu
mengaplikasikan keilmuannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Bentuk keberhasilan dalam
mewujudkan sebuah tatanan masyarakat sejahtera di Indonesia adalah dengan
semakin kecilnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, dan lain
sebagainya. Begitu pula dengan kehidupan kampus. Dengan semakin kecilnya
kemiskinan moral, mahasiswa pengangguran (krisis kegiatan), kriminalitas ilmu,
dan sebagainya, akan menaikan presentase keberhasilan dalam mewujudkan target
meningkatkan kualitas kehidupan kampus.
Namun, itu semua hanya akan
menjadi mimpi belaka jikala semua konsep-konsep yang dibangun dan berbasis
kerakyatan atau kemahasiswaan tersebut tidak dibarengi dengan strategi yang
matang dan jitu ke arah tujuan tersebut. Dan maksimalisasi fungsi mahasiswa
dalam tiap laju organisasi yang merupakan salah satu pilar utama yang perlu
diperhatikan.
Peran organisasi mahasiswa
sebagai bagian dari peningkatan kualitas kampus sangat diperlukan. Diharapkan
mahasiswa – mahasiswa yang tergabung dalam satuan organisasi mampu memainkan
perannya msing – masing secara unggul dan profesional. Kesatuan visi, tekad,
dan perjuangan untuk kepentingan masyarakat kampus, menjadi pondasi utama peran
tersebut. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, sekali lagi, sebuah pepatah
yang berbunyi “gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan” maka dari itu
diperlukan pemetaan, perumusan, dan peninjauan metode penerapan fungsi
organisasi mahasiswa dalam peningkatan kualitas kehidupan kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar