Minggu, 05 Mei 2013

Mengatasi Anak Hiperaktif ? (benarkah hiperaktif ?)

Baiklah sekarang kita akan membahas tentang anak hiperaktif, dimana orang tua sering mengeluhkan anaknya hiperaktif. 

Sebenarnya yang ber hak mengatakan seorang anak hiperaktif adalah seorang Psikolog atau Psikiater. Ituptun setelah melalui rangkaian test, dan dari hasil test tersebut barulah disimpulkan apa yang dialami oleh anak ini. Tetapi kenyataan di lapangan seringkali orang tua dan mungkin bahkan para guru, dengan mudahnya melebel seorang anak ini hiperakitif. Padahal sebenarnya kita tidak dalam kapasitas untuk memberikan penilaian seperti itu. Ketika kita melihat seorang anak tingkahnya sangat banyak, gerakannya sangat banyak maka dengan gampang kita mengatakan “ohh.. ini anak ini hiperaktif”.

Anda perlu berhati-hati dengan perkataan ini. Karena hiperaktif berkaitan dengan kerusakan fisik di otak. Dan pengamatan saja belumlah cukup untuk mengatakan seorang anak hiperaktif. Seorang Psikolog atau Psikiater yang telah terlatih dalam bidangnya saja tidak berani secara serta merta mengatakan seorang anak hiperaktif hanya dengan melihat anak tersebut. Mereka akan melakukan serangkaian test dan kemudian menyimpulkan hasil test tersebut. Oleh karena itu sebaiknya, mulai sekarang kita harus berhati-hati apabila ingin mengatakan seorang anak hiperaktif. Kenapa? karena konsekwensi yang diterima anak ini sangatlah berat.

Hiperaktivitas adalah suatu gangguan perkembangan pada tingkat aktivitas anak, dimana anak memiliki aktivitas yang berlebihan (tinggi), atau suatu pola perilaku anak yang menyebabkan sikap anak tidak mau diam, tidak bisa focus perhatian dan impulsive (semaunya sendiri). Anak hiperaktif cenderung selalu bergerak dan tidak bisa tenang.

Ketika kita sedang mengatakan hiperaktif maka kitapun cenderung akan memperlakukan dia sebagai seorang anak hiperaktif. Dan disini permasalahan akan mulai berkembang. Anak yang sebenarnya normal, karena kita ekspetasikan sebagai anak yang hiperaktif maka akhirnya dia akan jadi seperti itu juga.

Bagaimana jika anda menghadapi anak seperti ini? Yang pasti anda perlu memeriksakan dia dulu kepada seseorang yang berwenang dalam hal ini adalah Psikolog atau Psikiater untuk memastikan memang tidak ada gangguan secara fisik. Bagaimana jika ada? Anda minta waktu kepada Psikolog atau Psikiater untuk memberikan pemecahannya. Itu adalah langkah terbaik yang anda bisa lakukan. Nah, jika ternyata dari hasil pemeriksaan seorang Psikolog atau Psikiater bahwa anak ini normal, maka berarti ini adalah masalah-masalah psikis atau mungkin masalah-masalah diluar itu tidak ada hubungannya dengan cacat otak atau tidak ada hubungannya dengan permasalahan syaraf-syaraf dalam diri anak tersebut.

Anak-anak yang sangat aktif seperti ini biasanya di karenakan gaya belajarnya yang memang membutuhkan gerakan-gerakan.Mengenai gaya belajar. Ada 3 macam gaya belajar dominan yang ada di masyarakat.

Ada anak-anak atau bahkan orang dewasa yang belajarnya sangat bagus jika dia melihat materi-materi itu di depan matanya. Jadi orang ini lebih dominan menggunakan mata untuk mempelajari sesuatu. Inilah tipe orang visual. Dia suka dengan gambar,dia suka dengan tulisan-tulisan, dia suka dengan grafik-grafik, dia suka apapun yang pokoknya dia bisa lihat.

Tipe kedua adalah tipe orang yang menggunakan pendengarannya. Ini adalah tipe orang Audiotori. Anda mungkin pernah menjumpai teman anda mungkin pada saat dulu masih bersekolah yang hanya mendengarkan saja dan dia bisa. Anda mungkin menjumpai dia duduk santai, dan teman di sebelahnya atau mungkin anda sendiri membaca pelajaran dan kemudian setelah anda selesai membaca dia sudah bisa. Hanya dengan mendengarkan saja dia sudah bisa menguasai materinya. Tetapi jika dia dimintai melihat papan tulis, melihat gambar-gambar atau diminta membaca sendiri maka itu akan sangat sangat susah. Inilah tipe orang-orang audiotori. Orang-orang audiotori menggunakan pendengaranya sangat dominan untuk menerima informasi,memprosesnya dan kemudian memahami dan mengerti informasi tersebut.

Nah,tipe ketiga yang cukup banyak kita jumpai di masyarakat adalah yang kita sebut: Tipe Kinestetik. Orang dewasa yang kinestetik bisa anda jumpai ketika dia telfon, dia akan mencorat-coret sesuatu dengan tangan satunya. Atau mungkin dia akan menggerakkan kakinya,seperti sedang bermain dram. Atau mungkin dia akan mengetuk-ngetukkan jarinya di meja. Jadi dia senantiasa membuat sebuah gerakan-gerakan bahkan pada saat dia diam pun. Terkadang anda akan menjadi senewen ketika dia ada di sebelah anda. Anda sedang asyik-asyiknya mendengarkan materi yang di paparkan di depan,dia malah mengetuk-ngetuk meja, menggerakkan kaki, menggoyang-goyangkan kepalanya,dimana hal ini benar-benar membuat kita menjadi frustasi karena gerakannya. Tapi itulah caranya mereka memasukkan informasi. Jika dia diminta diam, mendengarkan dan melihat itu adalah sebuah siksaan bagi orang-orang kinestetik.
Hal yang sama terjadi pada anak-anak,anak-anak kinestetik jumlahnya paling banyak di masyarakat.

Mereka tidak bisa duduk diam untuk menerima sebuah informasi. Mungkin dia perlu berdiri, mungkin perlu berjalan-jalan, mungkin perlu mengetuk-ngetuk meja dengan pensilnya. Atau mungkin dia perlu menggoyangkan kepalanya ke kiri ke kanan atau bahkan badannya. Hal ini sangatlah tidak mendukung pembelajaran di kelas konvensional tentunya. Dimana sang guru mengharapkan anak ini duduk diam tidak membuat gerakan sedikitpun,tidak membuat keributan dengan ketukan pensilnya di meja, atau bahkan mungkin dengan kakinya. Ketika seorang guru ini menekan untuk duduk diam maka sang anak menjadi sangat cemas. Mengapa? karena dia tidak bisa melawan dorongan yang muncul dari dalam dirinya untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Dan akhirnya anak ini harus berjuang mengatasi 2 hal.

Yang pertama: Dia harus berjuang mengatasi dorongan dari dalam dirinya
Yang kedua : Dia harus berjuang memahami apa yang di sampaikan sang guru

Tentunya ini sangat menghabiskan energi sang anak. Nah, anak-anak yang kinestetik ini juga menjadi penyebab seorang anak kurang konsentrasi, seperti pada poin yang sebelumnya. Jadi jika anda menjumpai anak anda kurang konsentrasi anda coba cek apakah gaya belajar anak anda ini apakah kinestetik? Jika memang itu terjadi anda benar-benar perlu menyiapkan sebuah lingkungan pembelajaran dimana kinestetiknya terakomudasi dengan baik.

Semoga informasi ini dapat memberikan pemahaman tentang anak yang terlanjur atau tidak benar-benar hiperaktif.

Salam

Timothy Wibowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar